 | Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera Bagi Kita Semua |
Keterbelakangan masyarakat desa Indonesia (kaum tani, nelayan dan lain-lain) secara ekonomi, politik dan budaya menjadi sesuatu yang pasti dan memalukan. Dibutuhkan konsep dan kerangka kerja atau sistem sosio-ekonomi-politik yang berpihak kepada masyarakat desa. Pada saat ini permasalahan bangsa Indonesia sudah menuju krisis peradaban. Kembali ke peradaban desa tanpa harus “ndesani”, akan memberikan kesempatan kepada kita untuk lebih tekun melakukan“introspeksi” serta berusaha lebih baik dan benar dalam hidup dan berkehidupan. Memecahkan masalah bangsa dan negara Indonesia terasa sangat sulit. Penyederhanaan permasalahan bangsa menjadi permasalahan desa, pasti akan memberikan pijakan awal dalam pemecahan masalah bangsa dan negara.. Penyelenggaraan negara diharapkan mampu merealisasikan perencanaan dari bawah (bottom up planning) – dari desa, serta melakukan fasilitasi, katalisasi, dinamisasi desa secara akurat. Pada sistem operasi pembangunan desa, diupayakan besifat sinergis dengan pembangunan kota. Konsep keterkaitan desa-kota (rural-urban linkage) merupakan konsep yang tepat untuk mengurangi kesenjangan kesejahteraan, pemerataan, keadilan dan berpengaruh terhadap kebanggaan terhadap alamat setiap warga negara baik di desa maupun di kota. Pada perkembangan sekarang, pendampingan para intelektual-akademisi terhadap organisasi masa yang dikembangkan oleh masyarakat pedesaan terasa sangat penting, guna meningkatkan ingrity atau kewibawaan organisasi baik dimata pemerintah-eksekutif, legislatif, yudikatif maupun masyarakat dalam arti luas. Semoga dengan lahirnya organisasi masa GERAKAN KEBANGKITAN DESA MANDIRI (GERBANGSARI) ini memberikan kontribusi terhadap kemakmuran masyarakat desa pada khususnya, bangsa dan negara pada umumnya. Wassalamualaikum Wr. Wb DEWAN PENDIRI GERAKAN KEBANGKITAN DESA MANDIRI Ir. JOKO WANDYATMOKO, M.Si

|